PETA NARASI – Kebakaran besar terjadi pada hari Rabu, 26 November 2025, di kompleks hunian Wang Fuk Court, sebuah estate perumahan di distrik Tai Po, Hong Kong Wang Fuk Court terdiri dari delapan menara hunian tinggi masing-masing sekitar 31–32 lantai dengan total hampir 2.000 apartemen. Kompleks ini menampung ribuan warga sejak lama.
Saat kebakaran terjadi, kompleks tersebut sedang menjalani renovasi besar, dan bagian luar gedung dilapisi perancah bambu (bamboo scaffolding) serta jaring konstruksi hijau. Perancah bambu ini telah lama menjadi bagian dari teknik konstruksi di Hong Kong meskipun pemerintah baru-baru ini mulai mengurangi pemakaiannya karena alasan keselamatan.
Kronologi Insiden
Menurut laporan otoritas setempat, api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 14:51 waktu lokal. Api kemudian menyebar sangat cepat awalnya memakan bagian perancah di luar gedung, kemudian merembet ke dalam gedung. Angin kencang serta material perancah yang mudah terbakar membantu api menyebar dari satu blok ke blok lain. Hanya dalam hitungan jam, tujuh dari delapan gedung di kompleks tersebut telah terjangkit api.
Karena situasi yang memburuk, petugas pemadam kebakaran menaikkan status kebakaran menjadi “alarm tingkat 5” tingkat tertinggi di sistem peringatan kebakaran di Hong Kong. Sebanyak 128 unit pemadam kebakaran (fire trucks) dan 57 ambulans dikerahkan. Namun tim penyelamat menghadapi kesulitan besar: temperatur di dalam gedung sangat tinggi, debu dan reruntuhan akibat perancah jatuh membahayakan petugas, dan tangga darurat sulit dijangkau.
Ratusan warga terpaksa dievakuasi ke shelter sementara diperkirakan sekitar 700 orang. Banyak penghuni melarikan diri sendiri, sebagian lain terjebak di dalam gedung saat api melahap bangunan.
Korban Jiwa, Luka, dan Dampak
Dalam laporan awal, otoritas menyatakan setidaknya 13 orang tewas sembilan di tempat kejadian, dan empat lainnya meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Kemudian, jumlah korban naik menjadi 14 orang. Di antara mereka termasuk seorang petugas pemadam kebakaran. Selain korban tewas, sejumlah penghuni dan petugas mengalami luka-luka. Angka luka dan korban hilang (masih belum diketahui nasibnya) terus dicatat oleh otoritas.
Ratusan orang kini mengungsi, trauma, kehilangan tempat tinggal dan banyak keluarga kehilangan anggota. Situasi di sekitar komplek menjadi kacau: jalan-jalan ditutup, transportasi terganggu, dan bantuan darurat diturunkan.
Faktor yang Diduga Memperparah Kebakaran
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa penggunaan perancah bambu (bamboo scaffolding) dan jaring konstruksi hijau pada bagian luar gedung kemungkinan besar menjadi faktor utama meluasnya api. Kayu bambu sangat cepat terbakar, dan material ini rentan terutama dalam kondisi cuaca di Hong Kong.
Padahal, pemerintah Hong Kong sempat berupaya mengurangi atau menghapus penggunaan perancah bambu dalam proyek konstruksi publik menggantinya dengan perancah besi yang lebih tahan api. Namun, di banyak proyek renovasi atau swasta, bambu tetap dipakai.
Selain itu, ada laporan bahwa alarm kebakaran di beberapa gedung gagal berbunyi, sehingga memperlambat evakuasi awal. Waktu kritis tersebut memberi kesempatan bagi api untuk menyebar ke banyak unit apartemen. Terakhir, struktur gedung yang padat dan dekat antar blok memudahkan api meloncat dari satu gedung ke gedung lain memperbesar skala bencana.
Reaksi Resmi dan Tindakan Mengatasi
Pihak berwenang di Hong Kong segera menurunkan banyak unit darurat: pemadam kebakaran, polisi, ambulans dan mendirikan pusat evakuasi darurat untuk warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah mengumumkan penyelidikan menyeluruh atas penyebab kebakaran, termasuk mengevaluasi peran perancah bambu dan praktik renovasi saat ini. Banyak kritik muncul dari warga terhadap regulasi keselamatan bangunan dan renovasi.
Pihak berwenang pun diharapkan memperketat regulasi keselamatan bangunan, termasuk standar penggunaan bahan perancah dan sistem deteksi kebakaran seperti alarm, sprinkler, serta jalur evakuasi yang memadai terutama di gedung-gedung tua atau yang sedang direnovasi.
Warga dan pemilik apartemen di kompleks serupa diperingatkan untuk memeriksa sistem keamanan kebakaran di bangunan mereka termasuk memastikan alarm berfungsi dan jalur evakuasi bebas dari halangan.