PETA NARASI – Pada ajang UFC 322 yang digelar di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, petarung asal Dagestan, Islam Makhachev, menorehkan prestasi gemilang dengan merebut gelar juara kelas welter UFC (77,1 kg). Kemenangan ini menandai babak baru dalam karier Makhachev setelah sebelumnya ia mengosongkan sabuk juara kelas ringan demi mengejar gelar di divisi yang lebih berat.
Jalan Menuju Pertarungan
Sebelum pertarungan di UFC 322, Makhachev telah mengumumkan niatnya untuk naik kelas menjadi welterweight, dan sebagai konsekuensinya ia melepaskan sabuk juara kelas ringan. Dalam konferensi pers jelang pertarungan, Makhachev menyatakan bahwa meraih sabuk kedua merupakan impian besarnya sejak lama.
Sementara itu, juara kelas welter saat itu, Jack Della Maddalena, menanggapi tantangan Makhachev dengan sikap percaya diri. Maddalena menyebut bahwa ia akan mempertahankan gelarnya dan siap menghadapi Makhachev dalam duel puncak.
Jalannya Pertarungan di Octagon
Dalam pertarungan utama di UFC 322, Makhachev menghadapi Maddalena selama lima ronde penuh. Sepanjang laga, Makhachev menunjukkan dominasi yang jelas: ia mengandalkan teknik grappling, takedown berulang, dan tekanan konstan untuk menguasai pertarungan.
Salah satu taktik utamanya adalah menargetkan kaki Maddalena dengan tendangan betis (calf kicks) sejak awal, kemudian meluncurkan serangan gulat yang agresif. Setelah membawa lawannya ke lantai, Makhachev memperkuat posisi atas dan terus memberi tekanan, meskipun upaya kuncian leher yang dia favoritkan belum berhasil menyudahi pertarungan secara dini.
Pada ronde kelima, Makhachev kembali melakukan takedown dan mendominasi kontrol di atas matras hingga bel akhir berbunyi. Ketiga juri memberikan skor 50‑45 untuk Makhachev, menunjukkan bahwa ia memenangkan semua ronde secara mutlak.
Makna Kemenangan
Dengan kemenangan ini, Islam Makhachev memasuki jajaran eksklusif petarung UFC yang pernah memenangkan gelar di dua divisi berbeda. Di sisi lain, ia juga menyamai rekor 16 kemenangan beruntun di UFC, yang sebelumnya dipegang oleh legenda Anderson Silva.
Prestasi ini memperkuat reputasi Makhachev sebagai salah satu petarung paling dominan di UFC. Sebelumnya, ia telah mempertahankan sabuk kelas ringan sebanyak empat kali sebelum memutuskan untuk merelakan gelar tersebut.
Selepas kemenangan, Makhachev menyatakan keinginan agar pertahanan gelar juara welternya dilakukan di acara spesial — bahkan sempat menyebut kemungkinan mempertahankan sabuk di acara UFC yang digelar di halaman Gedung Putih pada 2026.
Reaksi dan Dampak
Kemenangan ini disambut dengan antusias oleh banyak pihak. Bagi Makhachev, merebut gelar kedua berarti mewujudkan ambisinya menjadi juara dua divisi — sebuah prestasi langka di UFC.
Bagi Jack Della Maddalena, kekalahan ini merupakan pukulan besar: ia kehilangan sabuk juara yang diraihnya sebelumnya, dan ini menandai kekalahan pertamanya dalam karier UFC-nya di divisi welter.
Dari segi sejarah, Makhachev menjadi petarung ke-11 dalam sejarah UFC pria yang meraih gelar di dua kelas berat berbeda.
