PETA NARASI – Rangkuman berita olahraga terbaru yang meliputi hasil mengejutkan di Piala Dunia U-17 2025, kemenangan bersejarah Norwegia, perubahan jadwal ASEAN Cup, serta perkembangan di dunia sepak bola Indonesia dan isu-isu olahraga lainnya.
Sepanjang Senin, 17 November 2025, dunia olahraga disajikan dengan berbagai berita menarik dan kejutan. Sorotan utama tertuju pada hasil mengejutkan di Piala Dunia U-17 2025 yang berlangsung di Qatar. Babak 32 besar telah usai, meninggalkan sejumlah tim unggulan tersingkir dan membuka peluang bagi tim-tim yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Timnas Uganda dan Timnas Burkina Faso menjadi sorotan utama setelah berhasil melaju ke babak 16 besar.
Kejutan di Piala Dunia U‑17 2025
Piala Dunia U‑17 2025 menghadirkan sejumlah kejutan yang memperuncing persaingan dan menarik perhatian pecinta sepak bola muda. Berdasarkan daftar tim yang lolos ke babak 16 besar, terdapat nama-nama tak terduga dan eliminasi mengejutkan dari beberapa calon kuat. Salah satu momen paling mengejutkan adalah tersingkirnya Jerman, juara bertahan U‑17, dari turnamen. Mereka kandas setelah kalah 0–1 dari Burkina Faso. Sedangkan dari sisi Asia, tim Jepang menampilkan performa apik di grup, dan Korea Utara juga lolos ke babak 16 besar.
Hal lain yang menarik: banyak tim dari luar Eropa dan Amerika Selatan menunjukkan peningkatan kualitas. Misalnya, Uganda mencatat hasil positif dan tampil kompetitif ini jadi bukti bahwa kompetisi U‑17 semakin merata dan tidak lagi didominasi secara tradisional. Kejutan-kejutan ini menunjukkan bahwa Piala Dunia U‑17 bukan lagi sekadar panggung bagi negara sepak bola besar saja, tetapi juga arena di mana negara-negara “underdog” bisa mengejutkan baik lewat taktik, talenta muda, maupun ketangguhan mental.
Norwegia Kembali ke Piala Dunia 2026
Dalam berita besar dari kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Timnas Norwegia resmi lolos ke putaran final setelah menumbangkan Italia dengan skor 4–1 di San Siro, Milan. Kemenangan itu bukan hanya memastikan tiket, tetapi juga menandai akhir penantian 28 tahun Norwegia untuk kembali ke Piala Dunia, setelah terakhir tampil pada tahun 1998. Dalam laga itu, gol-gol Norwegia dicetak oleh Antonio Nusa (63’), Erling Haaland (78’ dan 79’), serta Jørgen Strand Larsen (90+3’).
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, menyatakan bahwa momen kelolosan diwarnai “tangis haru” dari staf dan pemain, menegaskan betapa berarti pencapaian ini bagi mereka. Kampanye kualifikasi Norwegia luar biasa: mereka menyapu bersih delapan laga dengan kemenangan, mengumpulkan 24 poin sempurna, sekaligus membuktikan konsistensi dan dominasi mereka di grup.
Nama Erling Haaland kembali menjadi sorotan. Selain mencetak dua gol penting lawan Italia, performanya sepanjang kualifikasi sangat produktif menjadi salah satu pilar kekuatan Norwegia dan simbol kebangkitan sepak bola negaranya. Kelolosan ini juga memberi energi baru bagi Norwegia tidak hanya sebagai pencapaian historis, tetapi juga sebagai titik tolak untuk ambisi di Piala Dunia 2026. Banyak pengamat menilai skuad Norwegia kini punya potensi untuk memberikan kejutan lain di turnamen nanti.
Perubahan Besar Jadwal ASEAN Cup
Selain berita global, kawasan Asia Tenggara juga mencatat perubahan penting dalam kalender sepak bola regional. AFF (ASEAN Football Federation) resmi mengumumkan overhaul untuk turnamen ASEAN Cup: mulai edisi 2026, kompetisi resmi dinamakan ASEAN Hyundai Cup, menggantikan format lama.
Yang paling mencolok adalah perubahan tanggal turnamen. Alih-alih digelar di akhir tahun seperti tradisi (musim hujan/monsoon), ASEAN Hyundai Cup 2026 akan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus, masuk ke “jendela musim panas”.
Perubahan jadwal ini dinilai strategis: AFF ingin memastikan tim nasional dapat memanggil pemain terbaik karena berada di jendela FIFA untuk panggilan pemain internasional, sekaligus menghindari bentrokan dengan musim liga domestik.
Format kompetisinya juga disesuaikan: babak grup akan digelar dengan sistem round-robin antara 24 Juli sampai 8 Agustus, sedangkan fase knock-out (semi final & final) akan menggunakan sistem home-and-away dari 15–26 Agustus. Selain itu, nama sponsor juga diperbarui: Hyundai Motor Group menjadi sponsor utama, yang memberi identitas baru sekaligus investasi segar bagi turnamen ini.
Langkah ini dipuji oleh analis sepak bola Asia Tenggara. Kimiawan sepak bola Gabriel Tan menyatakan bahwa pindahnya turnamen ke jendela musim panas akan meningkatkan kualitas tim – tim bisa menurunkan pemain bintang tanpa khawatir klub menolak melepas mereka karena konflik kalender.
Perubahan ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-30 ASEAN Cup, sehingga AFF menganggap edisi 2026 bukan sekadar pergantian jadwal, tapi juga simbol era baru bagi kompetisi sepak bola nasional di Asia Tenggara.
Analisis dan Dampak
- Pada level global (U‑17): Kejutan di Piala Dunia U‑17 memperlihatkan bahwa talenta muda dari negara non-tradisional makin kompetitif. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola generasi muda di banyak negara, karena turnamen ini jadi batu loncatan penting.
- Norwegia di Piala Dunia 2026: Kelolosan Norwegia membawa optimisme besar. Dengan Haaland sebagai ujung tombak dan skuad yang konsisten, Norwegia bisa menjadi kekuatan yang tidak diabaikan di putaran final, meski belum dianggap favorit utama.
- ASEAN Hyundai Cup (Cup ASEAN): Perubahan jadwal dan format bisa menjadi game‑changer untuk sepak bola ASEAN. Turnamen yang kini diadakan di jendela musim panas mungkin akan menampilkan tim terbaik dengan pemain inti lengkap, meningkatkan daya tarik dan kualitas kompetisi. Selain itu, kolaborasi dengan Hyundai dan MoU baru dengan FIFA memperkuat legitimasi turnamen ini sebagai event penting di kalender sepak bola regional.
