Tahun Baru 2026 Ribuan Penumpang Padati Stasiun MRT Bundaran HI Dini Hari

PETA NARASI – Gema terompet dan kemilau pertunjukan drone di langit Jakarta baru saja usai, namun denyut nadi transportasi publik di jantung ibu kota justru mencapai puncaknya. Memasuki dini hari Kamis (1/1/2026), Stasiun MRT Bundaran HI dipadati ribuan warga yang hendak kembali ke rumah usai merayakan malam pergantian tahun 2026.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB hingga 01.30 WIB menunjukkan gelombang massa yang tak terputus mengalir dari arah Jalan M.H. Thamrin menuju pintu masuk bawah tanah stasiun. Kepadatan ini terjadi sesaat setelah acara hitung mundur yang dipimpin oleh Pj Gubernur DKI Jakarta di panggung utama Bundaran HI selesai dilaksanakan.

Antrean Mengular dan Penumpukan Penumpang

Antrean panjang tampak mengular di hampir seluruh pintu masuk (entrance) Stasiun MRT Bundaran HI. Petugas keamanan dan layanan MRT Jakarta terlihat bekerja ekstra keras mengatur alur masuk penumpang agar tidak terjadi penumpukan yang membahayakan di area peron.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas. Untuk mengurai kepadatan, sebagian penumpang diarahkan ke pintu masuk alternatif yang lebih sepi,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Kepadatan tidak hanya terjadi di area pintu masuk, tetapi juga di area tapping gate dan eskalator. Meski jumlah perjalanan kereta telah ditambah, antusiasme warga yang memilih moda transportasi MRT karena kecepatannya membuat stasiun ini menjadi titik konsentrasi massa yang paling padat di sepanjang jalur Sudirman-Thamrin.

Kebijakan Operasional Hingga Pukul 02.00 WIB

Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang di malam spesial ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah memperpanjang jam operasionalnya. Jika pada hari biasa MRT berhenti beroperasi pada tengah malam, khusus pada malam pergantian tahun 2026, kereta beroperasi hingga pukul 02.00 WIB dini hari.

Kebijakan ini diambil mengingat banyaknya ruas jalan protokol yang ditutup karena adanya Car Free Night. MRT menjadi tumpuan utama bagi warga yang memarkirkan kendaraannya di area kantong parkir sekitar jalur MRT atau mereka yang tinggal di wilayah Jakarta Selatan.

Salah seorang warga asal Fatmawati, Erin (29), mengaku sengaja bergegas menuju stasiun sesaat setelah kembang api usai.

“Tadi langsung lari ke MRT karena takut ketinggalan jadwal terakhir jam dua pagi. Kalau naik transportasi lain takut terjebak macet atau penutupan jalan yang belum dibuka,” ungkapnya.

Suasana di Luar Stasiun

Sementara itu, kondisi di atas permukaan tanah tepatnya di sepanjang Jalan M.H. Thamrin perlahan mulai berangsur sepi dari kerumunan warga, meskipun sampah sisa perayaan masih terlihat di beberapa titik. Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dengan sigap mulai melakukan pembersihan agar jalanan dapat kembali digunakan secara normal pada pagi hari.

Kepadatan serupa juga dilaporkan terjadi di Stasiun Sudirman dan Stasiun Dukuh Atas. KAI Commuter bahkan sempat mengimbau calon penumpang untuk beralih ke Stasiun BNI City guna menghindari penumpukan yang terlalu ekstrem di Stasiun Sudirman.

Catatan Keselamatan

Pihak MRT Jakarta mengonfirmasi bahwa sejauh ini kondisi tetap terkendali meskipun volume penumpang meningkat berkali-kali lipat dari malam biasanya. Penggunaan sistem pembayaran non-tunai dan aplikasi MyMRTJ sangat membantu mempercepat proses transaksi di stasiun, sehingga mengurangi waktu tunggu di depan loket tiket.

Bagi Anda yang masih berada di kawasan pusat kota, pastikan untuk tetap waspada terhadap barang bawaan dan pastikan saldo kartu uang elektronik Anda mencukupi untuk perjalanan pulang.

By admin