PETA NARASI – Ajax Amsterdam secara resmi mengumumkan penunjukan Denny Landzaat sebagai asisten pelatih tim utama dalam kapasitas sementara. Landzaat akan mendampingi Fred Grim, pelatih interim Ajax, selama masa transisi klub mencari direktur teknik dan pelatih kepala baru. Di sisi lain, Patrick Kluivert, yang baru-baru ini mengakhiri kerjasama dengan Timnas Indonesia, terlihat “luntang-lantung” tanpa peran baru yang jelas.
Penunjukan Landzaat di Ajax
Menurut pengumuman resmi Ajax, Denny Landzaat telah bergabung dengan staf teknis tim utama sejak 17 November 2025. Perannya sebagai asisten bersifat sementara, setidaknya untuk masa di mana Grim tetap memimpin. Ajax menyebutkan bahwa selain Landzaat, Paul Nuijten juga mendapat promosi ke staf utama, dan keduanya akan bekerja bersama Grim sampai struktur kepelatihan utama baru ditetapkan.
Latar Belakang Karier Denny Landzaat
Landzaat bukan sosok asing bagi Ajax. Ia pernah menimba karier di akademi Ajax dan bahkan mencatat beberapa penampilan untuk tim senior saat masih aktif sebagai pemain. Setelah pensiun, Landzaat meniti karier kepelatihan dengan pengalaman luas. Ia pernah menjadi asisten pelatih di Feyenoord, Willem II, Lech Poznań, dan Ferencváros. Yang menarik: ia pernah bekerja bersama Fred Grim di Willem II, sehingga penunjukan kali ini bukan kolaborasi pertama mereka.
Pangkal Kisah: Kepergian dari Timnas Indonesia
Sebelum bergabung dengan Ajax, Landzaat baru saja berpisah dengan Timnas Indonesia. Ia adalah bagian dari tim kepelatihan Patrick Kluivert, namun kontraknya berakhir setelah kegagalan Garuda menembus Piala Dunia 2026. Peralihan ini cukup cepat: hanya sekitar satu bulan setelah meninggalkan Timnas Indonesia, Landzaat sudah menapakkan kaki di De Toekomst, markas latihan Ajax.
Peran Patrick Kluivert yang Kabur dari Sorotan
Sementara Landzaat kembali mengukir jejak di sepak bola Belanda, posisi Patrick Kluivert menjadi sorotan publik. Diangkat sebagai pelatih Timnas Indonesia di awal 2025 bersama Landzaat dan Alex Pastoor sebagai asistennya.
Namun setelah masa tugas mereka usai, Kluivert belum diumumkan bergabung dengan tim baru secara resmi dan sejauh ini belum ada konfirmasi terkait peran apa pun di Ajax atau klub lain besar. Media memperhatikan betapa Kluivert seperti “mengambang” di tengah arus kepelatihan setelah bubarnya proyek Timnas Indonesia.
Reaksi Publik dan Suporter
Berita pengangkatan Landzaat disambut antusias oleh para pendukung sepak bola Indonesia, terutama penggemar Garuda. Ia dianggap sebagai figur yang profesional dan berkelas, dan kini mendapat panggung baru di klub besar Belanda.
Sementara itu, bagi fans Ajax dan klasnik Belanda, kehadiran Landzaat membawa nuansa nostalgia sekaligus stabilitas. Sebagai alumnus akademi Ajax dan orang yang pernah bekerja dengan Grim, Landzaat dinilai cocok mengisi kekosongan di staf kepelatihan.
Tantangan & Prospek di Ajax
Meskipun perannya bersifat sementara, tugas Landzaat tidak ringan. Ajax saat ini berada dalam fase transisi mereka belum menentukan direktur teknis dan masih mencari pelatih kepala permanen. Skenario ini membuka peluang sekaligus risiko: jika pelatih kepala baru datang dengan staf pilihan sendiri, kemungkinan Landzaat tidak dipertahankan sangat nyata.
Bahkan Ajax secara terbuka menyatakan bahwa kontraknya bisa diputus jika arsitektur kepelatihan berubah arah. Namun, jika Grim mampu membuktikan diri atau jika Landzaat mampu menunjukkan nilai tambah signifikan, ada peluang untuk perpanjangan atau bahkan transformasi dari peran interim menjadi permanen.
