AS Teriak! Perang China-Taiwan Jadi Gerbang Kiamat

PETA NARASI – Kekhawatiran global terhadap potensi konflik militer antara Tiongkok (China) dan Taiwan kembali mencapai titik kritis. Sebuah laporan kongres Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras, menyebut bahwa perang di Selat Taiwan berpotensi menjadi “bencana kataklismik” bagi perekonomian dunia dan memicu eskalasi yang lebih luas, menjulukinya sebagai gerbang menuju “kiamat” baru.

Pernyataan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, pada Juni 2023, juga telah memperingatkan bahwa ketegangan antara negara adidaya dan Tiongkok di Selat Taiwan dapat menimbulkan “kiamat” ekonomi global yang mengerikan, terutama karena Selat Taiwan merupakan jalur perdagangan vital dunia.

Ancaman Ekonomi dan Rantai Pasokan Global

Fokus utama kekhawatiran AS adalah posisi sentral Taiwan dalam ekosistem teknologi global. Taiwan, melalui perusahaan-perusahaan semikonduktor raksasa seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), mendominasi produksi chip canggih yang menjadi jantung dari hampir semua perangkat teknologi modern, mulai dari ponsel, mobil, hingga sistem pertahanan.

Laporan kongres AS tersebut memperingatkan bahwa jika terjadi gangguan total atas produksi chip dan logistik di Selat Taiwan, industri teknologi dan manufaktur di mana pun akan lumpuh segera. Taiwan adalah mitra kunci bagi AS dalam upaya mereka mencegah Tiongkok mendominasi komputasi canggih, dan gangguan ini akan memiliki dampak riak yang jauh melampaui konflik militer itu sendiri.

Selain perannya dalam teknologi, Taiwan juga berada di tengah rantai pasokan global dan merupakan salah satu mitra dagang utama AS. Lokasinya di sepanjang salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia menjadikannya titik yang sangat krusial bagi stabilitas ekonomi.

“Keamanan jalur pelayaran komersial dan rantai pasokan global sangat bergantung pada Selat Taiwan,” kata Austin saat itu, menegaskan bahwa seluruh dunia berupaya untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut.

Eskalasi Militer dan Risiko Nuklir

Dari sudut pandang geopolitik, laporan tersebut menegaskan bahwa konflik militer di Selat Taiwan akan memicu bencana kemanusiaan dan meningkatkan risiko eskalasi yang lebih luas, termasuk ancaman serius eskalasi nuklir. Taiwan tetap menjadi titik api potensial paling signifikan untuk konflik militer antara AS dan Tiongkok.

  • Tiongkok, melalui Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), telah meningkatkan tekanan militernya terhadap Taiwan secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini ditunjukkan melalui:
  • Latihan militer udara dan laut skala besar di sekitar Taiwan.
  • Pembangunan platform amfibi baru yang dirancang untuk serangan cepat.
  • Peningkatan kemampuan PLA untuk melancarkan blokade atau invasi Taiwan dengan hampir tanpa peringatan sebelumnya.

Tiongkok secara konsisten menegaskan klaimnya atas Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya di bawah kebijakan “Satu China” dan tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan jika diperlukan untuk reunifikasi.

Laporan tersebut merekomendasikan agar Pentagon mengevaluasi kembali kemampuan AS untuk memenuhi kewajiban pertahanannya, terutama jika Washington terlibat secara simultan dalam merespons agresi dari musuh lain seperti Rusia, Iran, atau Korea Utara.

Sikap Tegas dari Tiongkok

Di sisi lain, Tiongkok menanggapi keras intervensi AS. Juru bicara Tiongkok, termasuk mantan penerjemah pemimpin Deng Xiaoping, Victor Gao, pernah mengeluarkan ancaman bahwa jika AS dan sekutu, seperti Australia, bergerak untuk melindungi Taiwan dalam konflik militer, maka akan terjadi “hal terburuk yang dapat diimpikan,” yakni perang yang akan meningkat di luar kendali dan menjadi “kiamat, kiamat, dan kiamat.”

Menteri Pertahanan Tiongkok juga sempat menyindir buruknya relasi militer dengan AS dan menyatakan bahwa tanggung jawab untuk memperbaiki relasi tersebut sepenuhnya berada di tangan AS. Tiongkok memandang pergerakan kapal perang AS dan Kanada di Selat Taiwan sebagai provokasi yang semakin memanaskan situasi.

Ketegangan ini menunjukkan bahwa konflik China-Taiwan adalah isu yang melibatkan kepentingan keamanan dan ekonomi global yang sangat besar. Kegagalan diplomasi untuk mengelola krisis ini akan berpotensi menyeret dunia ke dalam keterpurukan ekonomi dan konflik militer skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

By admin