Banjir Bekasi Pagi Ini, Air Tembus 1,5 Meter

PETA NARASI – Banjir kembali melanda sebagian wilayah Kota Bekasi pagi ini akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari. Genangan air di berbagai titik mencapai tinggi signifikan, bahkan dilaporkan sampai 1,5 meter di beberapa lokasi, yang berdampak luas terhadap aktivitas warga serta mobilitas kendaraan di kawasan terdampak.

Magnitude Banjir dan Titik Terdampak

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, banjir kali ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua titik. Setidaknya 7 kecamatan dilaporkan terendam banjir, dengan total 15 titik genangan yang tersebar di berbagai wilayah. Ketinggian permukaan air cukup bervariasi, mulai dari 10 cm hingga mencapai 150 cm (1,5 meter) di titik-titik tertentu.

Titik- titik utama terdampak:

  • Kecamatan Pondokgede
    • Jatibening Permai – genangan naik dari ±10 cm pagi ini menjadi ±80 cm menjelang pagi.
    • Perumahan Duta Indah – ketinggian air berkisar antara 50–80 cm.
  • Kecamatan Bekasi Utara
    • Beberapa titik mencatat ketinggian air terendah hingga sedang, namun termasuk area dengan genangan lebih tinggi.
  • Wilayah lain yang terdampak: Rawalumbu, Jati Asih, Bekasi Selatan, Mustikajaya, dan Bekasi Barat – yang masing-masing melaporkan kondisi bervariasi antara genangan ringan hingga sedang.

Kondisi Warga dan Aktivitas di Lapangan

Warga di sejumlah perumahan seperti Jatibening Permai terlihat berjuang menghadapi banjir sejak subuh. Beberapa warga bahkan melakukan evakuasi kendaraan pribadi mereka ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan. Di titik-titik yang masih tinggi, terlihat pula pengerahan perahu karet oleh TNI dan petugas BPBD untuk membantu evakuasi warga terutama lansia dan anak-anak.

Selain itu, ruas jalan utama di dalam kota Bekasi turut terdampak banjir. Kendaraan roda dua dan roda empat terlihat kesulitan melintasi beberapa titik yang genangannya mencapai lebih dari 50–80 cm. Hal ini menyebabkan kemacetan serta penumpukan kendaraan di beberapa kawasan. Kondisi ini juga diperparah oleh rendahnya drainase di area tertentu, sehingga air cenderung tertahan dan lambat surut.

Penyebab Banjir Hari Ini

Menurut petugas BPBD, banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi sejak dini hari. Intensitas hujan yang tinggi membuat sistem drainase kewalahan menampung debit air hujan, ditambah aliran dari sungai-sungai kecil yang mengalami kenaikan debit air sebelum meluap ke permukiman warga.

Fenomena banjir musiman ini juga bukan hal baru di Bekasi. Selama musim hujan, sejumlah titik di Kota dan Kabupaten Bekasi sering terdampak banjir karena kombinasi curah hujan tinggi, minimnya area resapan air, dan fungsi lahan yang semakin banyak berubah menjadi area terbangun. Faktor-faktor sejarah ini telah diperbincangkan serius oleh berbagai analis bencana dan ahli tata wilayah sejak beberapa tahun terakhir.

Upaya Penanganan Darurat

BPBD Kota Bekasi bersama instansi terkait sejauh ini terus melakukan beberapa langkah penanganan darurat berikut:

  1. Pemantauan dan evakuasi – Petugas masih berkeliling ke titik-titik terdampak untuk memantau kondisi dan membantu evakuasi warga yang terjebak.
  2. Penyediaan perahu karet – Digunakan untuk membantu evakuasi di area dengan genangan tinggi.
  3. Koordinasi lintas instansi – BPBD terus berkoordinasi dengan TNI/Polri, PMI, hingga dinas terkait untuk penanganan kesehatan dan logistik warga terdampak.
  4. Imbauan keselamatan warga – Masyarakat diminta untuk menghindari area genangan air tinggi, tidak mencoba menerobos banjir dengan kendaraan kecil, serta waspada terhadap arus air yang kuat di beberapa titik.

Potensi Dampak Jangka Panjang

Banjir di Bekasi merupakan fenomena yang berulang setiap musim hujan. Para ahli mengingatkan bahwa penyebab struktural seperti konversi lahan resapan menjadi permukiman, drainase yang tidak optimal, hingga manajemen sungai diperlukan solusi jangka panjang. Tanpa perbaikan sistem drainase dan tata ruang yang lebih ketat, kejadian banjir dengan ketinggian yang signifikan seperti hari ini akan terus berulang setiap tahunnya.

Saran Bagi Warga

Pihak berwenang mengimbau warga yang tinggal di area rawan banjir untuk:

  • Mengamankan dokumen penting di tempat yang lebih tinggi.
  • Menyiapkan logistik dasar seperti makanan siap saji, minuman, serta obat-obatan.
  • Mengikuti informasi resmi BPBD dan pemerintah setempat terkait perkembangan cuaca dan status banjir.
  • Tidak mencoba menerobos genangan tinggi terutama dengan kendaraan kecil.

By admin