PETA NARASI – Desa Padalarang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dulunya dikenal sebagai kawasan yang erat kaitannya dengan aktivitas penambangan di sekitar tebing karst Citatah. Namun, kini, sebuah perubahan transformatif telah terjadi. Tepatnya di Kampung Berseri Astra (KBA) Cidadap, semangat kolektif untuk melestarikan lingkungan telah bersemi, mengubah ancaman ekologis menjadi sumber mata pencaharian yang berkelanjutan, membuktikan bahwa cinta lingkungan tak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga pada kesejahteraan finansial atau “cuan” bagi warganya.
Kisah sukses KBA Cidadap, yang merupakan bagian dari program kontribusi sosial berkelanjutan PT Astra International, ini berakar pada keresahan mendalam yang muncul dari masyarakat setempat sendiri. Salah satu tokoh penggerak utama, Deden Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa inisiatif ini dimulai sekitar tahun 2009, didorong oleh kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah lingkungan di sekitar kawasan mereka yang dikelilingi oleh barisan gunung batu karst Hawu-Pabeasan.
Pilar Utama: Bank Sampah dan Pertanian Produktif
Transformasi Cidadap berfokus pada dua pilar utama: pengelolaan limbah dan optimalisasi lahan pekarangan. Langkah awal yang paling terlihat adalah terbentuknya Bank Sampah. Dengan adanya Bank Sampah, masyarakat, terutama ibu-ibu, didorong untuk memilah sampah rumah tangga memisahkan plastik, kertas, dan sisa makanan.
Sampah plastik yang terpilah kini bernilai jual, memberikan penghasilan tambahan yang signifikan bagi keluarga. Sementara itu, sampah organik tidak dibuang sia-sia. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk Bokashi menggunakan komposter dan biodigester. Pupuk organik inilah yang kemudian menjadi penunjang suburnya lahan-lahan pertanian di kampung tersebut.
“Kami berupaya menyelesaikan permasalahan lingkungan dengan cara kami sendiri,” ujar Deden. “Semua dimulai dari kesadaran bahwa karst yang indah ini harus dijaga, dan ternyata menjaganya bisa menghasilkan.”
Pemanfaatan pupuk kompos ini mengubah pekarangan rumah warga yang sempit menjadi lahan produktif dengan konsep ecovillage. Kini, pemandangan di Cidadap dihiasi barisan polybag dan pot yang ditanami berbagai sayuran seperti cabai, tomat, terong, dan selada. Hasil panen ini tidak hanya digunakan untuk konsumsi sendiri, tetapi juga dijual, menciptakan aliran pendapatan baru bagi warga.
Ekowisata Berbasis Konservasi
Keberhasilan di bidang lingkungan dan kewirausahaan ini kemudian membuka peluang baru di sektor pariwisata. KBA Cidadap tidak hanya menawarkan keindahan alam geologi, termasuk Stone Garden Geo Park yang konon merupakan sisa dasar laut purba yang terangkat, tetapi juga menawarkan konsep ekowisata yang berbasis edukasi dan konservasi.
Wisatawan yang datang yang jumlahnya bisa mencapai 500 orang pada hari libur tidak hanya disuguhi pemandangan eksotis Gunung Hawu-Pabeasan, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam kegiatan ramah lingkungan. Beberapa aktivitas yang diminati wisatawan antara lain:
- Edukasi Pengelolaan Sampah: Belajar cara memilah dan membuat kompos.
- Pertanian Kota: Praktik menanam di polybag atau hidroponik.
- Wisata Alam: Fun climbing, hammock, dan geo caving di kawasan karst.
“Kami mengkolaborasikan wisata dengan kondisi lingkungan yang terjaga dan tertata,” jelas Deden. “Ini menciptakan lapangan kerja lokal, dari pemandu wisata, pengelola Bank Sampah, hingga penjual hasil panen.”
Dukungan dan Dampak Berkelanjutan
Kontribusi Astra melalui program KBA telah memberikan dukungan penting, terutama dalam empat pilar utama mereka: lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan kewirausahaan. Head of Internal Communications PT Astra International, Regina Panontongan, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung inisiatif seperti Cidadap.
“Semangat Astra untuk terus berkolaborasi dengan masyarakat seperti di Kampung Berseri Astra Cidadap sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia,” kata Regina.
Kisah KBA Cidadap adalah bukti nyata bahwa upaya pelestarian alam yang serius dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dari kampung yang terancam oleh kerusakan lingkungan, Cidadap kini bertransformasi menjadi model percontohan ecovillage yang produktif dan inspiratif, di mana semangat mencintai bumi benar-benar berbuah cuan.
