Besok! Uji Coba Sistem Satu Arah (SSA) di Jl Salemba Tengah Dimulai

PETA NARASI – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta secara resmi mengumumkan pelaksanaan uji coba rekayasa lalu lintas berupa Sistem Satu Arah (SSA) di kawasan Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas meningkatnya titik jenuh kepadatan kendaraan yang kerap memicu kemacetan parah di kawasan tersebut, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Berdasarkan keterangan resmi, uji coba ini dijadwalkan akan dimulai pada Selasa, 6 Januari 2026, dan akan berlangsung selama dua pekan hingga 20 Januari 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan arus lalu lintas yang lebih mengalir (fluid) dan mengurangi risiko kecelakaan akibat konflik arus kendaraan di persimpangan.

Mengapa Jalan Salemba Tengah?

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa pemilihan Jalan Salemba Tengah didasarkan pada hasil evaluasi lapangan dan laporan masyarakat mengenai kemacetan yang kronis. Ruas jalan ini merupakan salah satu urat nadi penghubung penting di wilayah Jakarta Pusat yang menghubungkan kawasan Salemba Raya dengan Percetakan Negara dan Paseban.

“Terjadi konflik dan kepadatan lalu lintas yang cukup signifikan, khususnya di simpang empat Jalan Paseban Raya Jalan Salemba Tengah Jalan Percetakan Negara. Titik ini menjadi rujukan utama kami untuk melakukan intervensi melalui Sistem Satu Arah,” ujar Syafrin Liputo dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Selama ini, ruas jalan yang relatif sempit tersebut dipadati oleh kendaraan dari dua arah berlawanan, yang sering kali terkunci (gridlock) saat ada kendaraan besar atau aktivitas parkir di bahu jalan. Dengan mengubahnya menjadi satu arah, kapasitas jalan diharapkan meningkat secara efektif.

Rincian Perubahan Arus Lalu Lintas

Bagi para pengendara yang sering melintasi kawasan ini, sangat penting untuk memperhatikan rute baru agar tidak terjebak atau melakukan pelanggaran lalu lintas. Berikut adalah detail rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan:

  1. Arus Utama: Kendaraan hanya diperbolehkan melintas dari arah Jalan Salemba Raya menuju ke arah Jalan Percetakan Negara, Jalan Paseban Raya, atau Jalan Pramuka Jati.
  2. Pengalihan Arus: Sebaliknya, kendaraan yang datang dari arah Jalan Pramuka Jati atau Jalan Percetakan Negara yang berniat menuju ke arah Jalan Salemba Raya, tidak lagi diperbolehkan lurus melewati Salemba Tengah. Arus akan dialihkan melalui Jalan Paseban Raya.
  3. Waktu Pelaksanaan: Uji coba ini berlaku selama 24 jam penuh mulai besok untuk memantau dinamika pergerakan kendaraan baik di hari kerja maupun akhir pekan.

Evaluasi dan Keamanan Pengguna Jalan

Dishub DKI Jakarta menegaskan bahwa masa uji coba selama 14 hari ini akan menjadi basis data penting. Petugas akan memantau kecepatan rata-rata kendaraan, panjang antrean di persimpangan, serta dampak ke jalan-jalan lingkungan di sekitarnya.

“Kami akan melakukan evaluasi secara rutin. Jika hasil uji coba ini menunjukkan penurunan kemacetan yang signifikan dan didukung oleh masyarakat sekitar, maka statusnya dapat ditingkatkan menjadi permanen,” tambah Syafrin.

Selain pengaturan arah, Dishub juga akan menyiagakan personel di titik-titik krusial untuk membantu mengarahkan pengendara. Pemasangan rambu-rambu petunjuk jalan portabel (RPPJ) juga telah dilakukan sejak hari ini agar masyarakat tidak bingung saat kebijakan mulai diterapkan besok pagi.

Imbauan bagi Pengendara

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk:

  • Mematuhi Rambu Lalu Lintas: Selalu perhatikan rambu sementara yang dipasang petugas di lapangan.
  • Ikuti Arahan Petugas: Jangan memaksakan diri melawan arus karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  • Perencanaan Perjalanan: Gunakan aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze yang biasanya akan terupdate secara otomatis mengikuti perubahan arus lalu lintas.
  • Keselamatan Utama: Kurangi kecepatan saat memasuki kawasan uji coba untuk menyesuaikan diri dengan pola arus yang baru.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk terus memperbaiki mobilitas di Jakarta Pusat, mengingat beban kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya. Dengan adanya dukungan dan kedisiplinan dari pengguna jalan, diharapkan masalah klasik kemacetan di Salemba Tengah dapat segera teratasi.

By admin