Cegah Masalah Gizi, Mahasiswa KKN UMY Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Turi

PETA NARASI – Masalah gizi masih menjadi tantangan serius di banyak daerah di Indonesia, termasuk di wilayah Turi, Sleman. Untuk mencegah dampak negatif masalah gizi terhadap kesehatan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan layanan kesehatan gratis. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan.

Program ini tidak hanya menawarkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga edukasi tentang gizi seimbang, cara memasak sehat, dan pentingnya menjaga pola makan sehari-hari. Masyarakat Turi yang hadir terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, terutama ibu-ibu yang ingin mendapatkan informasi lengkap tentang pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak mereka.

Menyasar Masalah Gizi di Komunitas Lokal

Fenomena kekurangan gizi sering kali sulit terdeteksi karena gejalanya tidak langsung terlihat. Mahasiswa KKN UMY menekankan bahwa edukasi masyarakat menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko malnutrisi. “Kami ingin masyarakat memahami pentingnya gizi seimbang, bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi semua anggota keluarga,” ujar salah satu mahasiswa peserta KKN.

Layanan kesehatan ini mencakup pemeriksaan dasar seperti berat badan, tinggi badan, tekanan darah, hingga konsultasi gizi. Dengan adanya pendekatan langsung kepada warga, mahasiswa mampu memberikan saran yang tepat berdasarkan kondisi masing-masing individu. Hal ini juga memudahkan warga untuk menanyakan berbagai hal terkait nutrisi yang selama ini mungkin mereka abaikan.

Kegiatan Edukasi dan Pemeriksaan Terpadu

Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah adanya sesi edukasi yang dikemas interaktif. Mahasiswa KKN UMY menyiapkan modul tentang pola makan sehat, cara membaca label makanan, dan tips memilih bahan makanan bergizi. Warga diajak untuk aktif bertanya dan mencoba langsung beberapa praktik sederhana, seperti membuat menu sehat harian dengan bahan lokal.

Selain edukasi, layanan kesehatan gratis ini menyediakan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung. Tenaga medis pendamping dari program KKN membantu memantau status gizi anak-anak serta memberikan rekomendasi konsumsi makanan yang tepat. Pendekatan praktis ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat secara bertahap, sehingga masalah gizi dapat dicegah sejak dini.

Peran Mahasiswa dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Keterlibatan mahasiswa KKN UMY dalam kegiatan ini membuktikan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas di lingkungan kampus. Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang dipelajari sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Ini pengalaman berharga bagi kami karena bisa langsung melihat bagaimana ilmu kesehatan dan gizi bisa diterapkan di masyarakat,” ungkap seorang mahasiswa peserta KKN.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini membantu mahasiswa membangun keterampilan komunikasi dan empati. Menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat membutuhkan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan begitu, pesan tentang pentingnya gizi seimbang dapat tersampaikan lebih efektif dan diterima dengan baik oleh semua kalangan.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Kegiatan layanan kesehatan gratis ini diharapkan tidak berhenti hanya pada satu hari pelaksanaan. Mahasiswa dan warga setempat berencana menjadikan program ini sebagai kegiatan rutin yang mendukung pencegahan masalah gizi di Turi. Keberlanjutan program ini diyakini dapat membantu menurunkan angka kekurangan gizi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat.

Selain itu, kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Mahasiswa KKN UMY tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan. Dampak jangka panjangnya, generasi muda yang sehat akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan, sementara warga Turi dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

By admin