PETA NARASI – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026 dalam sebuah upacara khidmat yang digelar pada Selasa, 6 Januari 2026. Sebanyak 2.906 peserta didik terpilih dari berbagai latar belakang kini memulai perjalanan transformasi mereka untuk menjadi anggota kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya.
Pendidikan yang berlangsung serentak di beberapa Sekolah Polisi Negara (SPN) ini menandai komitmen Polri dalam memperkuat sumber daya manusia guna menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks di era digital dan dinamika sosial tahun 2026.
Sebaran Peserta dan Lokasi Pendidikan
Dalam laporannya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri merinci bahwa ribuan peserta didik tersebut tidak hanya terkonsentrasi di satu titik, melainkan disebar di tiga lokasi strategis untuk memastikan kualitas pelatihan yang merata. Rincian sebaran peserta adalah sebagai berikut:
- SPN Polda Metro Jaya (Lido, Bogor): 993 orang peserta.
- SPN Polda Jawa Timur: 971 orang peserta.
- SPN Polda Sulawesi Selatan: 942 orang peserta.
“Sebanyak 2.906 peserta didik ini merupakan putra-putra terbaik bangsa yang telah melalui seleksi ketat dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Mereka adalah aset masa depan Polri,” ujar Irjen Asep saat membacakan amanat Kalemdiklat Polri.
Amanat Kalemdiklat: Integritas di Atas Segalanya
Membacakan pesan dari Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Kapolda menekankan bahwa pendidikan ini bukan sekadar pelatihan fisik, melainkan pembentukan karakter dan mentalitas. Di tengah sorotan publik terhadap institusi kepolisian, para siswa diingatkan bahwa integritas adalah harga mati.
“Pendidikan ini adalah kawah candradimuka. Di sini kalian tidak hanya dilatih keterampilan taktis, tetapi juga ditempa etika dan moralitasnya. Jadilah polisi yang jujur, karena kecerdasan tanpa kejujuran hanya akan membawa kerugian bagi masyarakat,” tegas Kapolda di hadapan barisan siswa.
Pendidikan Gelombang I TA 2026 ini akan berlangsung selama lima bulan kedepan. Selama masa tersebut, kurikulum akan difokuskan pada penguasaan teknik dasar kepolisian, perundang-undangan, serta kemampuan interpersonal untuk melayani masyarakat secara humanis.
Tantangan Polri di Tahun 2026
Tahun 2026 diprediksi akan membawa tantangan baru, mulai dari ancaman siber yang semakin canggih hingga tuntutan transparansi publik yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kurikulum Diktukba kali ini juga menyertakan penguatan pada aspek literasi digital dan pemolisian berbasis komunitas.
Para siswa diharapkan mampu menjadi jembatan antara Polri dan masyarakat, bukan justru menjadi pemicu konflik. Kapolda mengingatkan agar setiap siswa menjauhkan diri dari segala bentuk pelanggaran, baik selama masa pendidikan maupun saat nanti sudah bertugas di lapangan.
Poin Utama Arahan Kapolda:
- Kedisiplinan Tinggi: Mematuhi seluruh peraturan di lingkungan SPN tanpa pengecualian.
- Adaptasi Teknologi: Memahami peran teknologi dalam menunjang tugas-tugas kepolisian di masa depan.
- Kesehatan Fisik dan Mental: Menjaga kebugaran di tengah jadwal pendidikan yang padat.
- Semangat Melayani: Menanamkan niat bahwa menjadi polisi adalah jalan untuk mengabdi, bukan untuk mencari kekuasaan.
Penutup Upacara dan Harapan Keluarga
Upacara pembukaan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Metro Jaya dan tamu undangan lainnya. Suasana haru sempat menyelimuti area luar lapangan upacara saat keluarga para siswa memberikan dukungan moral dari kejauhan.
Bagi para peserta, hari ini adalah awal dari tanggung jawab besar. Dengan jumlah peserta yang mencapai 2.906 orang, Polri berharap lulusan gelombang ini dapat menutup celah kebutuhan personel di lapangan, khususnya dalam memperkuat fungsi Bhabinkamtibmas dan unit reaksi cepat di tingkat Polres dan Polsek.
Irjen Pol. Asep Edi Suheri menutup upacara dengan pesan singkat namun mendalam: “Selamat berlatih. Ingatlah doa orang tua kalian di setiap tetes keringat yang jatuh di tanah lapang ini.”
