PETA NARASI – PT Chery Sales Indonesia (CSI) secara resmi menghentikan produksi dan penjualan varian All‑Wheel Drive (AWD) dari Chery Omoda 5 GT di pasar Indonesia setelah kurang dari dua tahun sejak debutnya. Keputusan ini merupakan respons terhadap realitas penjualan yang minim dan strategi portofolio produk merek asal Tiongkok ini di segmen SUV kompak di Indonesia.
Sejarah Singkat Chery Omoda 5 GT AWD di Indonesia
Chery Omoda 5 GT AWD pertama diperkenalkan ke pasar Indonesia pada akhir 2023 sebagai salah satu SUV menarik dengan penggerak semua roda yang relatif paling terjangkau di kelasnya. Mobil ini dibekali mesin 1,6 liter turbo dengan tenaga 197 PS dan torsi 290 Nm, serta transmisi DCT 7‑percepatan, membuatnya menjanjikan performa dan kelincahan di jalanan kombinasi.
Menurut data pabrikan, spesifikasi AWD termasuk fitur keamanan lengkap seperti pengereman cakram di keempat roda, sistem ABS, ESP, traction control, hill‑start assist, hill descent control, 6 airbag, hingga beberapa fitur ADAS ringan.
Harga Omoda 5 GT AWD saat itu dibanderol sekitar Rp 488 jutaan (on‑the‑road Jakarta), menjadikannya pilihan SUV compact premium yang kompetitif.
Penjualan Minim Jadi Alasan Utama
Meski cukup ambisius di awal peluncuran, angka penjualan Omoda 5 GT AWD sangat rendah. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa sepanjang 2025, hanya 33 unit Omoda 5 GT AWD yang tercatat terjual. Tahun sebelumnya bahkan hanya 17 unit. Ini angka yang sangat kecil untuk sebuah model yang dipasarkan secara nasional.
Vice Country Director PT CSI, Budi Darmawan Jantania, mengonfirmasi bahwa varian AWD ini telah dihentikan (discontinued) dan tak lagi tersedia di jaringan dealer Chery.
Analisis sementara dari beberapa pengamat otomotif menyebutkan bahwa faktor harga yang masih cukup tinggi dibanding popularitas merek, serta preferensi konsumen Indonesia yang cenderung memilih kendaraan dengan penggerak roda depan (FWD) atau harga lebih kompetitif, membuat AWD kurang diminati. Namun faktor ini perlu dilihat bersama dengan strategi jangka panjang merek di Indonesia. (Kesimpulan umum bukan kutipan langsung dari jawapos atau lainnya)
Strategi Produk: Fokus ke Model Lain
Keputusan ini tampaknya bukan sekadar pengakuan kegagalan, tapi bagian dari reposisi produk Chery di Indonesia. CSI tengah menyiapkan peluncuran Chery C5 CSH, yang kemungkinan akan menjadi pengganti strategis Omoda 5 GT AWD di segmen SUV bensin/hybrid.
Menurut pernyataan resmi, C5 CSH diproyeksikan hadir dengan harga lebih terjangkau dan model yang lebih sesuai dengan permintaan pasar domestik sekaligus memperluas line‑up Chery di Indonesia dari ICE (bensin), hybrid (CSH), hingga EV (listrik).
Langkah ini sejalan dengan tren global di mana produsen otomotif semakin fokus pada kendaraan electrified (hybrid dan elektrik), terutama karena kebijakan pemerintah yang mulai mendorong transisi emisi rendah. CSI sendiri telah lebih dulu menghadirkan model listrik seperti Chery Omoda E5 yang memperoleh respon positif di pasar.
Industri Otomotif Indonesia dan SUV Kompak
Pasar mobil Indonesia dikenal sangat kompetitif dengan dominasi SUV kompak, city car, dan LCGC (Low Cost Green Car). SUV kompak seperti Honda HR‑V, Toyota Corolla Cross, dan Wuling Almaz sering menjadi favorit sebagian karena harga jual kembali yang stabil, ketersediaan layanan purna jual, serta brand awareness yang kuat.
Chery sendiri sebagai merek China baru di pasar Indonesia relatif masih membangun kepercayaan konsumen. Meskipun berhasil mencatat penjualan unit secara konsisten di beberapa model lain, total volume penjualan semua model Chery mencerminkan persaingan ketat dengan merek lama. Contoh: Chery mampu menjual lebih dari seribu unit per bulan sepanjang kuartal pertama 2025, meskipun model AWD tertentu gagal laku.
Permintaan konsumen Indonesia pada varian AWD mungkin terbatas karena kebutuhan penggunaan di jalanan perkotaan lebih dominan, sementara AWD sering dipilih untuk medan berat atau gaya hidup tertentu seperti off‑road atau pegunungan bukan kebutuhan mayoritas buyer SUV kompak di kota besar.
Dampak ke Konsumen dan Dealer
Bagi konsumen yang sudah memesan atau memiliki Omoda 5 GT AWD, biasanya pabrikan akan mempertahankan komitmen garansi dan layanan purna jual sesuai ketentuan. Namun, ketersediaan suku cadang tertentu bisa menjadi perhatian, meskipun CSI sudah lebih dulu aktif mengirimkan suku cadang Omoda 5 ke gudang lokal demi memastikan layanan purna jual.
Dealer juga dipastikan akan fokus pada penjualan model lain, terutama varian FWD yang masih tersedia, serta model hybrid atau listrik yang mulai menarik minat pasar otomotif modern di Indonesia.
