PETA NARASI – Industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Indonesia dikejutkan dengan langkah strategis besar di awal tahun 2026. Merek teh celup legendaris, Sariwangi, yang selama puluhan tahun identik dengan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), kini resmi berpindah tangan ke raksasa bisnis tanah air, Grup Djarum.
Melalui entitas usahanya, PT Savoria Kreasi Rasa, Grup Djarum menyepakati nilai akuisisi fantastis sebesar Rp1,5 triliun (di luar pajak). Langkah ini menandai berakhirnya era kepemilikan Unilever atas merek yang telah mereka besarkan sejak tahun 1989 tersebut.
Detail Transaksi dan Kesepakatan Bisnis
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 7 Januari 2026, PT Unilever Indonesia Tbk telah menandatangani Business Transfer Agreement (BTA) atau Perjanjian Pengalihan Bisnis pada 6 Januari 2026.
Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, menjelaskan bahwa penyelesaian transaksi (closing) direncanakan akan rampung pada 2 Maret 2026. Namun, tanggal tersebut masih bersifat fleksibel tergantung pada kesepakatan tertulis kedua belah pihak di masa mendatang.
“Penjualan bisnis teh ini memungkinkan Unilever untuk merealisasikan nilai investasinya dan memfokuskan sumber daya pada kategori inti yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi,” ujar Padwestiana dalam pernyataan resminya.
Mengapa Unilever Melepas Sariwangi?
Keputusan Unilever untuk melepas Sariwangi merupakan bagian dari strategi global perusahaan untuk melakukan penajaman portofolio. Meskipun Sariwangi adalah pemimpin pasar di kategori teh celup, kontribusinya terhadap total aset dan laba bersih Unilever Indonesia tergolong kecil.
Berdasarkan data laporan keuangan per September 2025:
-
Total Aset: Bisnis teh Sariwangi hanya menyumbang sekitar 2,5% dari total aset perseroan.
-
Laba Bersih: Kontribusinya terhadap laba bersih berada di angka 3,1%.
-
Pendapatan: Menyumbang sekitar 2,7% dari total pendapatan usaha.
Dengan melepas unit bisnis ini, Unilever berharap dapat memperkuat struktur modal dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dalam bentuk dividen atau investasi pada lini produk kecantikan dan kesehatan yang lebih menguntungkan.
Ambisi Grup Djarum di Industri Minuman
Di sisi lain, bagi Grup Djarum, akuisisi ini merupakan langkah ekspansi yang sangat agresif. PT Savoria Kreasi Rasa sebelumnya telah dikenal melalui produk minuman seperti kopi Yuzu dan berbagai produk konsumsi lainnya.
Dengan memiliki Sariwangi, Grup Djarum kini memegang kendali atas merek dengan loyalitas konsumen tertinggi di Indonesia. Analis pasar modal menilai bahwa di bawah tangan dingin keluarga Hartono (pemilik Djarum), Sariwangi berpotensi melakukan diversifikasi produk yang lebih luas, seperti minuman siap minum (Ready-to-Drink) atau ekspansi ke pasar kafe premium.
Sejarah Panjang Sariwangi
Sariwangi didirikan pada tahun 1962 dan menjadi pionir teh celup di Indonesia yang mengubah cara masyarakat menikmati teh. Pada tahun 1989, Unilever mengakuisisi merek ini dari pendirinya.
Meskipun mereknya sangat sukses, perusahaan manufaktur aslinya, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA), sempat mengalami masalah finansial serius dan dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada tahun 2018 karena beban utang yang besar. Namun, perlu dicatat bahwa kepailitan tersebut dialami oleh perusahaan produsen aslinya, sementara hak merek “Sariwangi” tetap aman di bawah Unilever hingga akhirnya kini dijual ke Djarum.
Dampak Bagi Konsumen dan Pasar
Pasca-akuisisi, operasional Sariwangi diharapkan tetap berjalan normal. Unilever memastikan bahwa transaksi ini tidak mengganggu kelangsungan usaha atau hubungan dengan pemasok. Bagi konsumen, perubahan kepemilikan ini kemungkinan besar akan membawa penyegaran pada strategi pemasaran dan inovasi produk Sariwangi di rak-rak supermarket dalam beberapa bulan ke depan.
Nilai transaksi sebesar Rp1,5 triliun ini setara dengan 45% dari total ekuitas Unilever Indonesia per 30 September 2025, yang menjadikannya salah satu transaksi material terbesar di sektor konsumsi awal tahun ini.
