Lupakan Ukraina, Trump Undang Putin ke Dewan Perdamaian Gaza

PETA NARASI – Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump kembali membuat gebrakan diplomatik yang mengejutkan komunitas internasional. Alih-alih fokus pada konflik yang sedang berjalan antara Rusia dan Ukraina, Trump justru mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengisi posisi dalam inisiatif baru yang ia gagas: Dewan Perdamaian Gaza (Gaza Board of Peace). Hal ini diumumkan melalui pernyataan resmi Kremlin dan berbagai laporan media global.

Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Putin telah menerima undangan tersebut melalui saluran diplomatik dan saat ini Kremlin masih mempelajari rinciannya, termasuk berencana berbicara langsung dengan pihak Amerika untuk memperjelas semua “nuansa dan implikasi” dari tawaran itu.

Apa Itu Board of Peace dan Tujuannya?

Dewan Perdamaian Gaza ini digagas oleh Trump sebagai bagian dari rencana 20 poin perdamaian yang bertujuan memperluas gencatan senjata di Gaza menjadi perdamaian jangka panjang, pengawasan proses transisi politik, serta rekonstruksi wilayah yang hancur akibat konflik Israel–Hamas.

Berikut beberapa poin kunci dari inisiatif ini:

  1. Pembentukan Badan Eksekutif dan Dewan Pendiri
    Trump menunjuk sejumlah tokoh internasional sebagai anggota tetap, seperti Menlu AS Marco Rubio, utusan Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, mantan PM Inggris Tony Blair, serta figur-figur terkemuka lainnya.
  2. Struktur Keanggotaan
    Sekitar 60 negara telah diundang untuk menjadi anggota pendiri dewan ini. Keanggotaan bersifat sementara gratis, namun negara yang ingin kursi permanen harus menyumbangkan lebih dari USD 1 miliar sebuah ketentuan yang telah menuai kritik dan perdebatan global.
  3. Peran dan Mandat
    Dewan akan bertanggung jawab mengawasi fase kedua dari proses perdamaian di Gaza, yang mencakup:

    • Mendukung pemerintahan transisi teknokrat Palestina,
    • Mengawasi pelucutan senjata Hamas,
    • Koordinasi bantuan internasional,
    • Menjamin keamanan dan pembangunan kembali.

Putin dan Diplomasi yang Kontradiktif

Undangan untuk Putin yang terus memimpin operasi militer besar di Ukraina selama hampir empat tahun memicu tanda tanya besar di komunitas internasional. Banyak pihak menganggap langkah Trump ini sebagai prioritas yang aneh secara geopolitik, mengingat hubungan antara Washington dan Moskow selama konflik Ukraina masih tegang.

Kremlin sendiri menyatakan pihaknya menghargai undangan tersebut, namun pada saat yang sama ingin berdiskusi lebih jauh mengenai ruang lingkup dan detail peran yang akan dimainkan Putin dalam dewan itu.

Para analis menyebut undangan seperti ini bisa menjadi “simbol diplomatik” yang mencoba menghubungkan berbagai krisis global tapi bisa juga memperlapang kebingungan strategis, terutama antara fokus terhadap Timur Tengah dan konflik yang sedang berlangsung di Eropa Timur.

Reaksi Global dan Kontroversi

Penawaran Trump terhadap Putin dan negara-negara lain mendapatkan beberapa reaksi penting:

Dukungan dari Sebagian Negara

Beberapa negara sudah menerima undangan dan menegaskan partisipasi mereka sebagai anggota pendiri Dewan Perdamaian Gaza, termasuk Hungaria, Kazakhstan, dan Vietnam.

Keberatan dari Israel

Pemerintah Israel menyatakan keberatan terhadap Dewan Perdamaian Gaza, dengan alasan pembentukan dan komposisinya tidak dikoordinasikan dengan pihak Israel dan berpotensi bertentangan dengan kebijakan keamanan nasional mereka.

Kritik Diplomat dan Pengamat

Beberapa ahli hubungan internasional menilai struktur keanggotaan terutama syarat kontribusi USD 1 miliar bisa menciptakan sistem yang lebih menguntungkan negara-negara kaya dan berpengaruh, sementara negara lain tetap berada di luar jangkauan. Kritik lain menilai Dewan ini dapat melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN) dalam penyelesaian konflik global.

 Kritik Terhadap Prioritas Geopolitik Trump

Undangan terhadap Putin dinilai oleh analis sebagai tindakan simbolik yang dapat mengalihkan fokus dunia dari konflik yang lebih mendesak seperti perang Ukraina. Meski itu bisa dilihat sebagai upaya diplomasi multilateral, banyak pihak masih mempertanyakan mengapa isu Ukraina tidak mendapatkan porsi perhatian yang seimbang dalam forum perdamaian global ini, mengingat perang tersebut telah menyebabkan krisis besar di Eropa dan memiliki dampak global yang signifikan.

By admin