PETA NARASI – Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara terus bergerak cepat mengungkap misteri di balik tewasnya tiga anggota keluarga di sebuah rumah kontrakan, Jalan Warakas VIII, Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hingga Sabtu (3/1/2026), penyidik telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi untuk memetakan aktivitas dan jejak terakhir para korban sebelum ditemukan tak bernyawa.
Peristiwa yang menggemparkan warga setempat ini terjadi pada Jumat (2/1) pagi. Tiga orang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, sementara satu anggota keluarga lainnya berhasil diselamatkan dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Koja.
Fokus Penyelidikan: 6 Saksi dan Jejak Terakhir
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan saksi menjadi kunci penting dalam fase awal penyelidikan ini. Dari enam saksi yang diperiksa, dua di antaranya adalah anggota keluarga korban, sementara empat lainnya merupakan tetangga sekitar yang berada di lokasi saat kejadian pertama kali terungkap.
“Kami sedang mendalami keterangan dari pihak keluarga untuk mengetahui aktivitas korban selama 24 jam terakhir. Ke mana mereka pergi, apa yang mereka konsumsi, dan siapa saja yang berinteraksi dengan mereka,” ujar Kompol Onkoseno kepada awak media.
Polisi berupaya menyusun kronologi mundur untuk melihat apakah ada kejanggalan sebelum para korban ditemukan. Salah satu saksi kunci adalah anak korban yang pertama kali menemukan jasad keluarganya saat pulang bekerja sekitar pukul 08.00 WIB. Kesaksiannya diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi rumah saat ditinggalkan dan saat ia kembali.
Temuan di TKP: Mulut Berbusa dan Ruam Merah
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh tim Inafis dan Puslabfor Polri, ditemukan sejumlah fakta medis awal yang cukup mencolok. Ketiga jenazah sang ibu berinisial S (50), anak perempuan AA (27), dan anak laki-laki AA (13) ditemukan dalam posisi tersebar di ruang tamu dan kamar tidur.
Petugas menemukan adanya busa yang keluar dari mulut ketiga korban. Selain itu, terdapat ruam merah atau lebam yang tidak biasa pada permukaan kulit mereka. Kondisi ini memperkuat dugaan awal bahwa para korban mengalami keracunan hebat. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa kepastian penyebab kematian tetap harus menunggu hasil autopsi resmi dari RS Polri Kramat Jati.
Beberapa barang bukti vital telah diamankan dari dalam rumah kontrakan tersebut, antara lain:
- Sisa makanan dan pembungkus makanan yang ditemukan di tempat sampah.
- Botol air mineral kemasan yang masih berisi sisa cairan.
- Ponsel milik para korban untuk melacak riwayat komunikasi terakhir.
- Sampel pakaian dan sprei yang digunakan korban.
Satu Korban Selamat Menjadi Harapan
Di tengah tragedi ini, satu anggota keluarga berinisial ASJ (22) ditemukan masih bernapas meski dalam kondisi kritis. Ia segera dilarikan ke RSUD Koja. Laporan terbaru menyebutkan kondisinya mulai stabil, meski belum bisa memberikan keterangan secara mendalam kepada penyidik.
Menariknya, polisi mencatat bahwa pada fisik ASJ tidak ditemukan busa di mulut, berbeda dengan tiga anggota keluarga yang meninggal. Hal ini memicu pertanyaan baru bagi tim penyidik: apakah takaran zat yang masuk ke tubuh berbeda, ataukah ada faktor lain yang menyelamatkan nyawanya.
Latar Belakang Keluarga
Menurut keterangan warga sekitar, keluarga tersebut baru saja kehilangan sosok ayah yang meninggal dunia sekitar setahun yang lalu. Sang ibu, Siti Solihah, dikenal sebagai orang tua tunggal yang berjuang menghidupi anak-anaknya. Salah satu anaknya diketahui bekerja dengan berjualan minuman. Tetangga mengenal mereka sebagai keluarga yang tertutup namun tidak pernah terlihat memiliki konflik dengan warga lain.
Kini, lingkungan Jalan Warakas VIII masih dipasangi garis polisi. Warga dilarang mendekat agar tidak merusak sisa-sisa petunjuk yang mungkin masih tertinggal di lokasi.
