QRIS Bakal Bisa Dipakai di 8 Negara, Ini Daftarnya

PETA NARASI – Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa sistem pembayaran digital nasional Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) akan segera diperluas penggunaannya ke 8 negara mitra internasional dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi BI untuk memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara, mendukung digitalisasi ekonomi, serta mempermudah transaksi bagi wisatawan dan pelaku ekonomi Indonesia di luar negeri.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan pejabat terkait, perluasan QRIS internasional ini sejalan dengan target strategis “17‑8‑45” di tahun 2026, yaitu mencapai 17 miliar transaksi, perluasan QRIS ke 8 negara lintas batas, dan meningkatkan jumlah merchant hingga 45 juta.

Apa Itu QRIS dan Peranannya

QRIS adalah standar kode QR yang ditetapkan Bank Indonesia untuk transaksi pembayaran digital di dalam negeri. Sistem ini memungkinkan konsumen melakukan pembayaran dengan memindai QR code yang kompatibel dengan seluruh penyedia layanan pembayaran (bank dan e‑wallet) yang berbasis di Indonesia. Keunggulan QRIS adalah kemudahan, biaya transaksi rendah, dan interoperabilitas antarplatform.

Sejak diluncurkan, QRIS telah menjadi tulang punggung ekosistem pembayaran digital Indonesia dengan pertumbuhan transaksi yang pesat. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa volume dan nilai transaksi secara domestik terus tumbuh signifikan, membantu inklusi keuangan serta adopsi ekonomi digital secara luas.

Daftar Negara yang Akan Mengadopsi QRIS

Sampai saat ini BI telah menyatakan rencana dan kemajuan implementasi QRIS lintas negara (cross‑border) dalam beberapa negara berikut:

1. Jepang

QRIS sudah resmi digunakan di Jepang sejak 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke‑80 Republik Indonesia. Warga Indonesia dapat melakukan pembayaran di merchant Jepang tertentu dengan QRIS melalui jaringan JPQR Global tanpa perlu menukar mata uang asing.

2. China

Bank Indonesia menargetkan QRIS bisa dipakai di China akhir 2025 hingga kuartal I 2026 setelah uji coba dan pilot proyek pembayaran lintas negara. Integrasi ini melibatkan UnionPay International dan beberapa penyedia layanan pembayaran di China.

3. Korea Selatan

Sama dengan China, Korea Selatan menjadi salah satu fokus perluasan QRIS pada kuartal I 2026, mendukung transaksi digital tanpa perlu membawa uang tunai atau bertukar mata uang.

4. India

Bank Indonesia juga sedang membuka peluang kerja sama teknis dengan India untuk mengintegrasikan QRIS dalam sistem pembayaran digital mereka.

5. Arab Saudi

Ekspansi QRIS ke negara Timur Tengah seperti Arab Saudi juga tengah dijajaki oleh BI, meskipun realisasinya masih dalam tahap pembicaraan lanjutan.

6. Malaysia

Kerja sama QRIS dengan Malaysia sudah berjalan lebih dulu melalui konektivitas payment link sehingga pelanggan dapat saling melakukan pembayaran lintas negara.

7. Singapura

QRIS lintas negara di Singapura telah diuji dan terus dikembangkan melalui kerja sama dengan penyedia layanan lokal serta Inisiatif jaringan pembayaran perbankan.

8. Thailand

Implementasi lintas negara QRIS juga mencakup Thailand di mana kompatibilitas sistem QR Thailand dengan QRIS sedang dalam proses teknis dan pilot.

Catatan: Sumber resmi BI menyebut 8 negara sebagai target utama perluasan layanan QRIS antarnegara di 2026, meskipun detail teknis dan kesiapan setiap negara berbeda‑beda.

Manfaat Ekspansi QRIS Lintas Negara

Kemudahan Bagi Wisatawan

Dengan QRIS internasional, wisatawan Indonesia tidak perlu menukar banyak uang tunai saat berkunjung ke negara‑negara mitra. Proses pembayaran menjadi seperti di dalam negeri, hanya dengan memindai QR code.

Efisiensi Transaksi

Transaksi lintas negara mempercepat proses pembayaran, terutama di sektor pariwisata, F&B, dan ritel. Sistem interoperabilitas kode QR juga memungkinkan merchant menerima pembayaran dari berbagai aplikasi lokal dan asing.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

Perluasan QRIS mendukung transformasi digital ekonomi Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi digital global. Ini juga membuka ruang kerja sama pembayaran antarnegara yang lebih luas.

Tantangan dan Kesiapan

Meskipun strateginya ambisius, BI dan para pemangku kepentingan menghadapi tantangan teknis seperti standar interoperabilitas, keamanan data, inklusi merchant, dan penyesuaian sistem kepada regulasi lokal negara mitra. Perlu koordinasi erat antara regulator dan penyedia layanan pembayaran di masing‑masing negara.

Perkiraan Waktu Realisasi

Jepang: Sudah aktif sejak Agustus 2025
China & Korea Selatan: Target Q1 2026
India & Arab Saudi: Dalam pembicaraan lanjutan di 2026
Malaysia, Singapura, Thailand: Sudah dalam tahapan implementasi teknis dan kerja sama yang terus diperluas

By admin