RS Apung Perluas Layanan Kesehatan Kaltim

PETA NARASI – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menggandeng tim dokter dari Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan – Bayan Peduli untuk memperluas jangkauan layanan medis ke wilayah terpencil melalui pelayanan kapal rumah sakit terapung.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Senin, menegaskan bahwa kehadiran para dokter spesialis dan tenaga medis ini merupakan wujud nyata kepedulian vital bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau akses rumah sakit rujukan.

Kepala Dinkes Kaltim bersama tim rombongan RS Apung mempertajam bahasan untuk memetakan kebutuhan kesehatan masyarakat di area yang sulit dijangkau jalur darat. Program pelayanan jemput bola ini dipusatkan selama satu minggu penuh di Desa Manubar Dalam, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, guna melayani warga yang kerap terkendala jarak geografis.

Berbagai layanan medis krusial disiapkan bagi warga setempat, mencakup pemeriksaan umum, layanan kebidanan dan kandungan, sirkumsisi, hingga tindakan operasi bedah besar maupun kecil secara cuma-cuma.

Apa Itu RS Apung di Kaltim?

Salah satu pelopor program ini adalah RS Apung dr. Lie Dharmawan, yang dioperasikan oleh organisasi DoctorShare. Kapal rumah sakit ini dirancang sebagai fasilitas medis setara RS tipe D, lengkap dengan ruang operasi, laboratorium, USG, EKG, hingga ruang perawatan pasien.

Menurut laporan Kompas.TV, RS Apung dr. Lie Dharmawan akan menjangkau wilayah pesisir dan kabupaten seperti Kutai Timur. Selain itu, tim medis yang dikerahkan cukup besar: sekitar 25 tenaga kesehatan disiapkan untuk melayani penduduk saat kapal berlabuh.

Baru-baru ini, kapal RS Apung versi lainnya, dr. Lie Dharmawan III, juga singgah di wilayah Kutai Barat, melewati Sungai Mahakam. Di sana, tim medis memberikan pelayanan mulai dari poli umum, kandungan, anak, hingga tindakan bedah ringan. Menurut Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, inisiatif ini sangat penting karena secara geografis, banyak kampung hanya bisa diakses lewat sungai.

Dampak Positif bagi Masyarakat

  1. Akses Kesehatan Lebih Merata
    Kehadiran RS Apung membuka peluang bagi masyarakat pesisir dan pedalaman untuk mendapatkan pelayanan medis dasar dan spesialis tanpa harus menempuh jarak jauh ke kota besar. Hal ini memperkuat prinsip pemerataan kesehatan yang diamanatkan oleh pemerintah dan UU Kesehatan.
  2. Layanan Komprehensif
    Kapal rumah sakit ini tidak sekadar memberikan pemeriksaan dasar, tetapi juga memiliki operasi dan ruang tindakan, laboratorium, serta poli gigi sektor yang selama ini sangat sulit dijangkau di wilayah terpencil.
  3. Penyuluhan & Edukasi Kesehatan
    Selain pengobatan, tim RS Apung sering melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat lokal: pentingnya pola hidup sehat, pencegahan penyakit, dan informasi medis lainnya.
  4. Kolaborasi Publik–Swasta
    Program RS Apung berjalan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah (misalnya Kabupaten Kutai Barat) dan organisasi sosial seperti DoctorShare. Kolaborasi ini memperlihatkan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan kesehatan di daerah sulit.

Tantangan dan Risiko

Meskipun potensinya besar, keberlangsungan RS Apung menghadapi beberapa tantangan:

  • Biaya Operasional: Kapal rumah sakit memerlukan logistik besar, termasuk bahan bakar, perawatan kapal, dan suplai medis.
  • Ketersediaan Nakes: Butuh tenaga medis cukup dan terlatih yang bersedia bekerja di kapal dan area terpencil.
  • Kesulitan Akses Musiman: Kondisi sungai atau cuaca pesisir bisa memengaruhi kapan kapal bisa berlabuh dan melayani masyarakat.
  • Skalabilitas: Agar lebih efektif, diperlukan lebih banyak kapal seperti ini atau titik berlabuh tetap agar cakupan layanan bisa lebih luas.
  • Dukungan Pemerintah dan Kebijakan

Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong program peningkatan layanan kesehatan di kawasan pesisir Kaltim. Dalam salah satu kunjungan, tim KSP menyoroti pentingnya akses medis ke masyarakat pesisir dan menyebut bahwa pembangunan fasilitas kesehatan baru saja tidak cukup solusi seperti RS Apung sangat relevan.

Selain itu, DPRD Kaltim memperingatkan agar pemerintah provinsi tidak hanya fokus pada pembangunan rumah sakit di kota besar, tetapi juga memperhatikan daerah terpencil dan pesisir.

Prospek ke Depan

  • Ekspansi RS Apung: Dengan keberhasilan Dr. Lie Dharmawan, potensi untuk menambah kapal terapung atau memperbesar armada sangat terbuka.
  • Integrasi dengan Sistem Kesehatan Lokal: RS Apung bisa menjadi bagian integral dari sistem rujukan bersama RS darat dan puskesmas di Kaltim.
  • Sumber Dana & Dukungan Swasta: Perlu lebih banyak kolaborasi antara OPD, donor, dan LSM agar operasional kapal bisa berkelanjutan.
  • Teknologi Kesehatan: Pemanfaatan telemedicine di kapal bisa memperkuat layanan medis jarak jauh dan menyederhanakan rujukan ke rumah sakit darat.

By admin