Sampai Kapan Harga Emas Naik Terus Ini Analisis dan Prediksi Terbarunya

PETA NARASI – Dalam beberapa bulan terakhir, harga emas terus mencatat rekor baru di pasar global. Bahkan pada akhir Januari 2026, harga emas mencapai level yang nyaris tak pernah terjadi sebelumnya, hampir US$5.000 per troy ounce, dengan beragam logam mulia lain seperti perak juga mencetak rekor baru.

Menurut laporan pasar, pergerakan harga ini bukan sekadar lonjakan musiman, tetapi dipicu oleh permintaan investor global terhadap aset “safe haven” ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat. Emas semakin menjadi pilihan alternatif investasi di tengah volatilitas pasar saham dan pergeseran kebijakan moneter di banyak negara.

Di pasar domestik Indonesia, permintaan terhadap emas batangan Antam juga mendorong harganya terus naik, bahkan mencapai level yang belum pernah terlihat sebelumnya, terkadang menembus angka puluhan juta rupiah per gramnya sebelum menyesuaikan sedikit di periode tertentu.

Apa yang Mendorong Harga Emas Terus Naik?

Kenaikan emas dalam beberapa waktu terakhir tidak terjadi secara kebetulan. Ada beberapa faktor fundamental yang bekerja secara bersamaan:

1. Ketidakpastian Geopolitik dan Ekonomi

Harga emas sering naik ketika ketidakpastian global meningkat baik dari konflik geopolitik, perang dagang, perubahan kebijakan fiskal, hingga masalah utang global. Permintaan terhadap emas sebagai aset aman meningkat saat investor mencari perlindungan dari risiko pasar.

2. Kebijakan Suku Bunga yang Longgar

Jika suku bunga tetap rendah atau dipotong terutama oleh bank sentral besar seperti Federal Reserve AS emas menjadi lebih menarik karena biaya peluang memegangnya lebih rendah dibandingkan instrumen berbunga.

3. Pembelian oleh Bank Sentral

Banyak bank sentral di seluruh dunia, terutama di negara berkembang, meningkatkan cadangan emas mereka. Hal ini memperkuat permintaan struktural terhadap emas jangka panjang.

4. Lemahnya Dolar AS

Emas biasanya bergerak terbalik dengan nilai dolar AS. Ketika dolar melemah, harga emas dalam dollar menjadi lebih murah bagi investor non-AS, sehingga permintaan global meningkat.

Prediksi: Sampai Kapan Harga Emas Bisa Naik?

Pertanyaan terbesar di benak banyak investor adalah: “Sampai kapan tren kenaikan ini akan berlanjut?” Berikut adalah ringkasan prediksi terbaru dari berbagai lembaga riset dan analis pasar:

Prediksi Lembaga Besar dan Bank

Goldman Sachs meningkatkan target harga emasnya untuk akhir 2026 menjadi sekitar US$5.400 per ounce dari sebelumnya lebih rendah, mencerminkan keyakinan kuat bahwa tren kenaikan masih berlanjut.

J.P. Morgan memproyeksikan bahwa harga emas bisa bertahan di atas US$4.600 hingga menembus US$5.000 sepanjang tahun 2026, bergantung pada permintaan institusional dan tindakan bank sentral.

World Gold Council juga mengungkapkan pandangan moderat bullish, memperkirakan emas bisa naik antara 5% sampai 15% di 2026 jika faktor-faktor risiko global tetap memicu permintaan “safe haven”.

Namun, beberapa prediksi lain mencatat bahwa momentum kenaikan mungkin melambat atau mencapai puncak pada paruh pertama 2026, disusul koreksi jika kondisi ekonomi membaik atau jika dolar AS menguat.

Risiko dan Skenario Pembalikan Arah

Walaupun banyak analis optimis, bukan berarti harga emas akan naik terus tanpa hambatan. Beberapa risiko yang bisa menyebabkan harga menstabil atau bahkan turun meliputi:

1. Penguatan Dolar AS

Jika kebijakan moneter AS berubah ke arah normalisasi atau penguatan dolar, harga emas biasanya kehilangan daya tariknya.

2. Pemulihan Ekonomi Global

Jika ekonomi global pulih kuat dan investor kembali ke pasar saham atau aset berpenghasilan pasti, permintaan emas sebagai aset aman bisa berkurang.

3. Penurunan Permintaan Fisik

Harga tinggi dapat menekan permintaan fisik emas (misalnya perhiasan), yang bisa membatasi kenaikan lebih jauh.

Apakah Tren Naik Akan Berlanjut?

Berdasarkan dinamika pasar dan ekspektasi dari berbagai institusi besar:

  • Tren kenaikan harga emas kemungkinan besar masih akan berlanjut di 2026, terutama didukung oleh faktor permintaan global, bank sentral, dan peran emas sebagai pelindung risiko.
  • Namun, puncak kenaikan atau perlambatan tren dapat terjadi jika ekonomi global mulai stabil, suku bunga naik, atau pasar saham menarik kembali modal investor dari logam mulia.
  • Secara realistis, kita masih belum sampai pada akhir tren kenaikan, karena banyak prediksi target harga masih berada di atas level saat ini dan bahkan bisa terus naik hingga akhir 2026 atau lebih panjang lagi.

By admin