PETA NARASI – Sebuah imbauan yang menyerukan kepada warga Jakarta untuk tidak pulang terlalu malam menjadi viral di media sosial pada hari Kamis (18/12/2025). Unggahan video singkat yang beredar luas di platform seperti Instagram dan TikTok ini mengundang perhatian netizen dan warga ibu kota. Dalam video tersebut, seorang pria merekam dirinya terjebak kerumunan besar di pusat Jakarta dan mengimbau agar masyarakat tidak pulang larut malam terutama bagi mereka yang bekerja atau bepergian di kawasan tersebut.
Unggahan itu kemudian memicu diskusi lebih luas di kalangan pengguna media sosial. Banyak warganet yang mempertanyakan alasan di balik imbauan tersebut, sembari berbagi pengalaman serupa tentang kemacetan dan kerumunan yang mereka alami di malam hari.
Penyebab Imbauan Viral
Berdasarkan penelusuran, imbauan itu bukan berasal dari larangan resmi pemerintah, melainkan muncul karena aktivitas suporter Persija Jakarta yang dikenal sebagai Jakmania. Suasana di kawasan pusat kota khususnya di sekitar Bundaran HI hingga Sudirman terlihat sangat padat ketika Jakmania merayakan ulang tahun klub dan komunitas pendukungnya di Lapangan Ikada, Jakarta Pusat pada malam itu.
Rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @stev.rand menunjukkan betapa padatnya kerumunan suporter di kawasan tersebut. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan mendapatkan ojek online karena jalanan dipenuhi oleh lautan manusia.
“Gue sempat terjebak di keramaian daerah sekitar Sudirman… isinya lautan manusia semua,” kata pria tersebut dalam video yang kini telah tersebar luas.
Kondisi ini memicu kekhawatiran sejumlah warga dan pengguna jalan yang kemudian membagikan ulang video tersebut dengan tagar terkait kegiatan malam itu. Banyak yang mengaitkannya dengan faktor keselamatan serta mobilitas warga.
Klarifikasi Pihak Kepolisian
Menanggapi viralnya imbauan tersebut, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki memberikan penjelasan resmi. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan izin kegiatan khusus untuk syukuran HUT Persija Jakarta dan Jakmania yang digelar di Lapangan Ikada. Menurut Ruslan, acara tersebut memang sudah mendapatkan izin dari aparat.
Meski begitu, Ruslan menegaskan bahwa kegiatan yang diizinkan hanya berlaku di lokasi acara dan tidak berarti ada larangan resmi terhadap warga untuk pulang malam hari.
“Untuk izin hanya giat di Ikada saja syukuran,” kata Ruslan.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas, tetapi penerapannya bersifat situasional tergantung pada kondisi di lapangan.
Lebih jauh, Ruslan juga memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat yang bepergian di malam hari. Ia mengingatkan warga agar tetap berhati‑hati di jalan, serta menyarankan untuk mencari jalan alternatif apabila menemukan konvoi atau kepadatan di rute utama. Selain itu, Ruslan juga mengingatkan para pejalan kaki untuk waspada terhadap potensi kriminal seperti copet atau jambret serta mengamankan barang berharga seperti ponsel dan dompet.
Dampak Sosial dari Imbauan Viral
Viralnya imbauan tersebut menunjukkan bagaimana isu mobilitas publik dapat menjadi perhatian utama di daerah metropolitan seperti Jakarta. Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, di mana narasi terkait keselamatan jalan, kemacetan, dan kerumunan kerap memicu diskusi luas di media sosial.
Beberapa warganet melihat viralnya imbauan sebagai bentuk kekhawatiran kolektif warga terhadap kondisi jalanan pada malam hari terutama ketika ada acara besar atau kerumunan massa. Banyak yang berbagi pengalaman bahwa kegiatan besar seperti konser, acara olahraga, atau demonstrasi sering mempengaruhi lalu lintas dan merasa perlu memberi tahu orang lain agar menghindari jam sibuk.
Namun, ada juga yang mengkritik penyebaran imbauan ini, terutama karena dapat menimbulkan kesan bahwa malam hari di Jakarta lebih berbahaya dari biasanya tanpa konteks yang jelas. Beberapa netizen menekankan pentingnya cek fakta sebelum membagikan informasi serta menjalankan aktivitas sosial media secara bijak.
Kondisi Jakarta Saat Ini
Fenomena kerumunan besar di Jakarta bukan hal baru mengingat kota ini merupakan pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Jakarta sering kali menjadi tuan rumah berbagai acara besar, mulai dari kegiatan olahraga hingga konser musik dan berbagai perayaan komunitas. Sementara itu, warga Jakarta juga akrab dengan tantangan mobilitas seperti kemacetan dan padatnya transportasi umum pada jam‑jam tertentu.
Di sisi lain, kota ini juga tengah menghadapi berbagai isu lain seperti bencana alam, perubahan iklim yang memperparah banjir, serta tantangan infrastruktur yang kerap menjadi fokus pembahasan publik dan media.
Pesan untuk Warga
Pihak kepolisian dan pemerintah daerah selalu mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengutamakan keselamatan saat berkegiatan di malam hari, termasuk saat menghadapi kerumunan besar. Penting pula bahwa masyarakat menggunakan informasi dari sumber resmi dan berhati‑hati terhadap berita yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
